C.
Intervensi Keperawatan
|
No
|
Diagnosa Keperawatan
|
Tujuan dan Kriteria
Hasil
|
Intervensi
|
Rasional
|
|
1.
|
Risiko tinggi
infeksi b/d depresi pertahanan tubuh.
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama
2x 24 jam masalah infeksi klien teratasi dengan
Kriteria
hasil :
·
Anak tidak b/d individu yang terinfeksi atau alat
yang terkontaminasi.
·
Anak mengkonsumsi diet sesuai usia.
·
Anak tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi.
|
1.
Tempatkan anak pada ruangan tersendiri (khusus)
2.
Anjurkan semua pengunjung dan staf untuk menggunakan
teknik mencuci tangan yang baik
3.
Pantau suhu anak
4.
Auskultasi bunyi napas, perhatikan gemericik,
ronki; inspeksi sekret terhadap perubahan karakteristik.
5.
Inspeksi kulit untuk nyrei tekan, area
eritematosus
6.
Berikan periode intirahat tanpa gangguan
7.
Dorong peningkatan masukan makanan tinggi protein
dan cairan
8.
Awas pemeriksaan lab. Hitung darah lengkap.
9.
Berikan obat sesuai indikasi. Co/ antibiotik
10. Hindari
antipiretik yang mengandung aspirin.
|
1.
Melindungi dari sumber potensial/infeksi
2.
Mencegah kontaminasi silang/menurunkan resiko
infeksi
3.
Hipertermi lanjut terjadi pada beberapa tipe
infeksi, dan demam terjadi pada kebanyakan pasien leukemia.
4.
Intervensi dini penting untuk mencegah
sepsis/septisemia pada individu imunosupresi.
5.
Mengindikasikan infeksi lokal.
6.
menghambat energi untuk peyembuhan, regenerasi
seluler
7.
meningkatkan pembentukan antibodi dan mencegah
dehidrasi
8.
penurunan jumlah SDP normal/matur dapat
diakibatkan oleh proses penyakit atau kemoterapi, melibatkan respon imun dan
peningkatan risiko infeksi.
9.
dapat diberikan secara profiklaktik atau mengobati
infeksi khusus
10. aspirin dapat
menyebabkan perdarahan gaster dan penurunan jumlah trombosit lanjut
|
|
2.
|
Risiko tinggi
cedera (hemoragi, sistitis hemoragis) b/d pengaruh proliferasi sel.
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam masalah cedera (hemoragi,
sistitis hemoragis) klien teratasi dengan KH :
·
Anak tidak menunjukkan bukti-bukti perdarahan.
|
1.
Gunakan semua tindakan untuk mencegah infeksi,
khususnya pada area ekimosis.
2.
Gunakan tindakan lokal (mis., memberikan tekanan,
es)
3.
Batasi aktivitas
keras.
4.
Libatkan anak dalam tanggung jawab untuk membatasi
aktivitas bila jumlah trombosit turun
5.
Hindari pungsi kulit bila mungkin
6.
Observasi adanya perdarahan setelah prosedur
seperti pada pungsi vena, aspirasi sumsum tulang.
7.
Balikkan dengan sering dan gunakan matras
pengurang-tekanan atau penghilang-tekanan
8.
Ajarkan orangtua dan anak yang lebih besar
tindakan-tindakan
9.
Cegah ulserasi oral dan rektal
10. Hindari
obat-obatan yang mengandung aspirin
11. Berikan trombosit
sesuai ketentuan
|
1.
Karena infeksi menyebabkan kecenderungan
perdarahan.
2.
Menghentikan perdarahan.
3.
Dapat menyebabkan cedera yang tidak disengaja.
4.
Mendorong kapatuhan.
5.
Mencegah perdarahan
6.
Menentukan adanya peradarahan.
7.
Mencegah luka tekan.
8.
Mengontrol perdarahan hidung.
9.
karena kulit yang luka cenderung untuk berdarah.
10. Karena aspirin
mempengaruhi fungsi trombosit.
11. Meningkatkan
jumlah trombosit.
|
|
3
|
Risiko tinggi
kekurangan volume cairan b/d mual
dan muntah.
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam masalah kekurangan volume
cairan klien teratasi dengan KH :
·
Anak menyerap makanan dan cairan.
·
Anak tidak mengalami mual dan muntah.
|
1.
Berikan dosis antiemetik awal sebelum dimulainya
kemoterapi
2.
Berikan antiemetik sampai mual dan muntah berakhir
3.
Kaji respons anak terhadap antiemetik.
4.
Hindari makanan dengan bau menyengat
5.
Buka nampan makanan rumah sakit di luar kamar anak
6.
Dorong masukan cairan dengan jumlah sedikit.
7.
Berikan cairan intravena, sesuai ketentuan,
sering, untuk
|
1.
Mencegah mual dan muntah, sehingga mencegah
respons antisipasi.
2.
Mencegah episode berulang
3.
Karena tidak ada obat antiemetik yang secara umum
berhasil.
4.
Dapat menimbulakan mual dan muntah.
5.
Mengurangi bau makanan yang dapat menimbulkan
mual.
6.
Karena jumlah yang kecil biasanya ditoleransi
dengan baik.
7.
Mempertahankan hidrasi.
|
DAFTAR PUSTAKA
Broyles,
Bonita E. 1997. Nursing
Care Of Children Principles & Practice. United
State of Amerika:
W.B Saunders Company.
Cecily L. Betz & Linda A.
Sowden. 2002. Buku saku Keperawatan Pediatrik. Jakarta
: EGC.
Hidayat,
A.aziz Alimul. 2006. Pengantar Ilmu
Keperawatan Anak. Jakarta : Salemba medika.
Muscari, Mary E. 2005. Keperawatan
Pediatrik. Edisi 3.
Jakarta: EGC.
Nelson. 1996. Ilmu
Kesehatan Anak. Volume 3. Jakarta : EGC.
Ngastiyah. 2003. Perawatan Anak Sakit. Edisi 2. Jakarta : EGC.
Sacharin, Rossa M. 1993. Prinsip Keperawatan Pediartik. Edisi 2. Jakarta :EGC.
Wong,
Donna L. 2004. Pedoman Klinis Keperawatan
Pediatrik. Edisi 4. Jakarta: EGC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar